Menurunkan suhu udara di dalam rumah

Apr - 29
2017

Menurunkan suhu udara di dalam rumah

Arsitek bekasi

Suhu di Kota Bekasi sangat panas, bahkan dibandingkan suhu udara di Jakarta dan Tangerang, bahkan Bekasi merupakan Kota yang terpanas di seluruh Kota di Pulau Jawa. Hal ini dikarenakan Kebijakan pemerintah dalam Tata Kota belum mengarah pada Kebijakan pada pembangunan kota-kota yang ramah lingkungan.

Seperti kurang nya pepohonan di Bekasi, bukan lah alasan yang utama. Alasan yang lebih utama adalah kurangnya ruang terbuka hijau. Pembangunan gedung gedung komersil secara membabi buta secara masif, dan tidak memperhatikan adanya ruang terbuka hijau.

Data Badan Pengelola Lingkungan Hidup mengatakan, ruang terbuka hijau di Kota Bekasi hanya mencapai 14 persen dari total luas kota 21 ribu hektare.

Persentase itu jauh dari ideal. Jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, ruang terbuka hijau kota minimal harus 30 persen.

“Perlu kerja keras, melibatkan semua elemen,” kata Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu saat memperingati hari lingkungan di Bekasi Utara, Rabu (30/3/2016).

Untuk menutupi kekurangan ruang terbuka hijau, pemerintah meluncurkan sejumlah program. Pertama, membuat seribu taman. Kedua, membuat satu juta lubang biopori. Ketiga, pembuatan 300 ribu sumur resapan atau kolam retensi.

Namun program ini terbatas baru hanya pada wacana. Strategy untuk mewujudkan masih berlangsung. Seperti agenda penanaman pohon hanya di lakukan secara sporadis dan bersifat seremonial saja

Pembangunan di Kota Bekasi bergerak cepat. Bidang potensial untuk ruang terbuka hijau ditransformasikan menjadi bangunan.

Setiap tahun, puluhan rumah dibangun. Para pengembang berasal dari ikan teri sampai ikan besar. Sejak 1997 atau awal kota Bekasi berdiri, hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 200 perumahan.

Potensi yang hilang

Tidak peduli berapa banyak lahan yang dibangun untuk perumahan, sebenarnya tidak masalah asalkan pemerintah secara ketat memberlakukan peraturan tata ruangnya.

Alokasi lahan hunian yang luas tidak berarti dimanfaatkan untuk bangunan. Pengembang, dalam membangun perumahan, diwajibkan memberikan apa yang disebut Fasos Fasum (fasilitas sosial dan fasilitas umum).

Pengembang hanya bisa membangun sesuai dengan Koefisien Bangunan (KDB). Di Kota Bekasi, KDB berkisar antara 40% sampai 70%, tergantung pada tingkat kepadatan penduduk.

Sebagian besar, perumahan KDB di Kota Bekasi adalah 60%. Artinya, pengembang hanya bisa membangun maksimal 60% lahan. Sisanya bisa dimanfaatkan untuk Infrastruktur, Sarana dan Utilitas (PSU) – istilah lain Fasos Fasum.

Di Indonesia, rata-rata kota besar membutuhkan pengembang untuk menyediakan 40% Fasos Fasum. Jakarta, Tangerang, Depok, Bandung dan Surabaya, misalnya, mengambil persentase 40% untuk Fasos Fasum.

Peraturan Kota Bekasi No. 16 tahun 2011 bahkan mengatur, lansekap harus mendapat porsi minimal 20% dari total Fasos Fasum.

Bila melihat data tentang bagaimana panas nya suhu udara di Bekasi, tentunya menyebabkan suhu di rumah pun terasa panas, atau Anda merasa gerah, pada kebanyakan untuk mengatasi suhu udara yang panas, orang menggunakan AC, Pendingin. Nag justru hal ini menambah panas suhu udara di luar rumah secara global, karena di sampin mengeluarkan udara dingin yang masuk intrance ke dalam ruangan, efeknya AC mengeluarkan panas di luar ruangan.

Berikut adalah tips untuk mengatasi panas di ruangan atau di sekitar rumah :

Identifikasi Sumber Panas Dalam Ruangan Rumah

Langkah pertama untuk mengatasi suhu udara panas dalam rumah , pemilik rumah perlu mengindefikasi sumber panas dalam ruangan. Sumber panas pada rumah biasanya terdapat pada atap, apalagi atap yang terbuat dari asbes, lebih disarankan untuk atap yang terbuat dari genting tanah liat yang dapat menyerap panas, sumber panas rumah juga bisa dari dinding rumah. Untuk pengamatan dapat di lakukan dengan alat pengukur suhu udara yang lebih akurat, dibandingkan sekedar hanya mengira-ngira.

Disarankan untuk melakukan pengamatan pada empat kondisi, yaitu pagi hari sekitar pukul 9-10, siang hari pukul 12-13, dan sore hari pukul 15-16, serta malam hari pukul 19-20. Hal ini untuk mendeteksi sumber panas pada berbagai kondisi waktu tertentu. Harapannya agar langkah mendinginkan ruangan menjadi maksimal untuk sepanjang waktu. Identifikasi sumber panas disarankan pada saat puncak musim panas. Lokasi pengamatan dilakukan pada beberapa lokasi sekitar rumah, seluruh ruangan, semua dinding pembatas rumah, dan plafond. Survey berupa pencatatan suhu agar ditulis pada denah rumah dan lingkungannya.

Analisis Sumber Penyebab Panas

Hasil proses langkah pertama dianalisis untuk mengetahui sumber panas dalam rumah pada tiap ruangan secara akurat. Akan diketahui pula tingkat penghantaran panas dari luar ke dalam rumah. Setelah teridentifikasi, lalu lakukan analisa sederhana penyebab utama atas sumber panas tersebut. Hal ini karena kunci utama efektifitas mengatasi panas dalam ruangan adalah dengan mengetahui secara tepat sumber penyebab panas itu sendiri. Berikut ini adalah 3 sumber penyebab panas utama dalam ruangan :

 

Sinar matahari – Sinar matahari adalah sumber panas utama. Panas sinar matahari terutama akan masuk ke dalam ruangan melalui media atap dan dinding rumah.

Kondisi panas sekitar lingkungan rumah – Lingkungan yang gersang, dan terdapat banyak penyimpan panas serta tidak terlindungi dapat menyebabkan panas dalam ruangan melalui aliran udara. Contoh jika rumah di tepi jalan raya, maka besar kemungkinan panas ruangan disebabkan oleh hawa panas permukaan aspal yang masuk ke dalam rumah.

Sumber panas lainnya – Sumber panas lainnya yang berkontribusi pada suhu ruangan adalah panas peralatan listrik, masak, dan manusia.

Lakukan analisis pada tiap ruangan, karena sangat dimungkinkan penyebab panas tiap ruangan berbeda. Beberapa kasus analisis sumber penyebab panas dalam ruangan adalah sebagai berikut :

 

Pada rumah beratap seng, maka kemungkinan besar penyebab panas adalah jeleknya isolator panas dari atap.

Pada rumah menghadap barat – timur, maka kemungkinan besar penyebab panas adalah sinar matahari yang masuk melalui bukaan dinding

Pada rumah berdinding spesi tipis (seperti kebanyakan rumah di Kalimantan), maka sumber penyebab panas ada pada dinding tersebut.

Pada rumah yang terletak di tepi jalan raya yang gersang, maka sumber penyebab panas dapat dari hawa panas lingkungannya yang masuk melalui bukaan pintu dan jendela rumah.

Pada rumah dengan plafond pendek, berventilasi kurang baik dan jumlah penghuni banyak, maka sumber penyebab panas ada pada panas manusia itu sendiri yang tidak disirkulasi dengan lancar. Pada daerah tropis, pertukaran udara memiliki standart khusus seperti pada tabel dibawah ini :

 

Pertukaran udara minimal di atas dapat dilakukan dengan ventilasi alami maupun buatan. Pada ruangan dengan padat aktifitas dan orang, maka pertukaran udara yang diperlukan cukup tinggi. Seperti kamar keluarga dan kamar tidur, membutuhkan pertukaran udara minimal sebesar 20x atau dua kali lipat dibanding ruang bergerak. Hal ini jelas menunjukkan kebutuhan ventilasi pada ruang seperti ini membutuhkan ventilasi lebih besar dimana jika tidak dapat diatasi secara alami, maka dapat ditambahkan ventilasi buatan dengan kipas angin dan exhaust fan.

 

Pengudaraan/penghawaan alami

  • Orientasi bangunan diletakkan antara lintasan matahari dan angin. Letak gedung yang paling menguntungkan apabila memilih arah dari timur ke barat. Bukaan-bukaan menghadap Selatan dan Utara agar tidak terpapar langsung sinar matahari.

Gambar 1 Orientasi bangunan terhadap matahahari

Gambar1. Orientasi bangunan terhadap matahahari

  • Letak gedung tegak lurus terhadap arah angin

Gambar 2 Letak gedung terhadap arah angin

Gambar2. Letak gedung terhadap arah angin

  • Bangunan  sebaiknya berbentuk persegi panjang, hal ini menguntungkan dalam penerapan ventilasi silang

Gambar3. Cross ventilation

Gambar3. Cross ventilation

  • Menghadirkan pohon peneduh di halaman yang dapat menurunkan suhu

Gambar4. Penggunaan vegetasi sebagai filter cahaya matahari

Gambar4. Penggunaan vegetasi sebagai filter cahaya matahari

  • Memiliki bukaan yang cukup untuk masuknya udara
  • Penempatan bukaan secara horizontal maupun vertikal
  • Penempatan ruangan yang lebih besar ke arah aliran angin
  • Hindari penempatan bukaan dengan jarak yang terlalu dekat, hal ini menyebabkan perputaran angin telalu cepat
  • Hindari penempatan bukaan yang benar-benar berseberangan, hal ini menyebabkan angin yang masuk langsung keluar begitu saja
  • Memperhatikan orientasi jendela terhadap matahari, misalnya ruang tidur tidak boleh menghadap ke barat
  • Memakai menara angin, yang berfungsi menangkap dan menghisap angin, sehingga udara dapat terus bersirkulasi
  • Memakai material alami yang lebih banyak menyerap panas, seperti perlengkapan interior dari kayu, pagar dan dinding tanaman.

Gambar5. Green Roof

Gambar5. Green Roof

  • Plafon yang ditinggikan, agar udara dapat bergerak lebih bebas
  • Memakai bentuk atap miring (pelana sederhana) yang dapat mengeliminasi suhu di bawah ruang bawah atap

Gambar6. Atap pelana sederhana

Gambar6. Atap pelana sederhana

  • Ruang yang mengakibatkan tambahan panas (dapur) sebaiknya dijauhkan sedikit dari rumah
  • Ruang yang menambah kelembaban (kamar mandi, wc, tempat cuci) harus  direncanakan dengan pertukaran udara yang tinggi.
  • Memberi teras pada bangunan/rumah, berfungsi sebagai area peralihan antara ruang luar (halaman) dengan ruang dalam (bangunan) yang dapat menciptakan iklim mikro, baik di dalam bangunan ataupun di sekitarnya.
  • Memberi teritisan lebar di sekeliling atap bangunan untuk membuat ruang di dalamnya semakin sejuk

 

Beberapa cara untuk meningkatkan kualitas udara di dalam bangunan:

  • Penataan ruang yang tepat
  • Memakai bahan bangunan dan bahan perabot yang mengandung bahan kimia sedikit
  • Memastikan tidak ada jamur pada elemen bangunan dan perabot akibat kelembaban tinggi
  • Memperbanyak penanaman tumbuhan hijau
  • Membatasi merokok di dalam ruangan
  • Mamakai konsep secondary skin pada fasad untuk meredam panas matahari.
  • Menyediakan lahan terbuka di dalam bangunan
  • Menggunakan Insulator panas di bawah material atap
  • Meletakkan Kolam air pada lingkungan bangunan

Penentuan Langkah Solusi Pendinginan Rumah yang Efektif, Efisien, dan Ramah Lingkungan

Langkah ini dilakukan berdasarkan output langkah kedua. Solusi pendinginan rumah, sangat tergantung pada sumber penyebab panas itu sendiri. Dirangkung dari beberapa sumber, berikut disampaikan beberapa langkah solusi utama pendinginan rumah berdasarkan sumber penyebab utama yang sering terjadi dan yang dinilai efektif, efisien, serta ramah lingkungan yang menghindari kesulitan tinggi, biaya mahal, dan penggunaan listrik berlebihan, yaitu :

Sumber penyebab panas sendiri seringkali tidak hanya satu, tapi beberapa sebab. Sehingga langkah pendinginan rumah juga seringkali lebih dari satu langkah

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Jasa Arsitek Professional dan Hemat Call : 082138863000 - 087738246300Whatsapp