Arsitek, Tukang dan Pemborong

Apr - 30
2017

Arsitek, Tukang dan Pemborong

Dalam membangun sebuah rumah atau merenovasi rumah membutuhkan tenaga kerja – pekerja / kontraktor yang ahli dan berpengalaman, sehingga Anda tidak sulit untuk memberi intruksi untuk membangun rumah yang sesuai dengan keinginan Anda, namun demikian akan lebih baik jika Anda menggunakan Tenaga Arsitek, tidak hanya mengandalkan keahlian dari Tukang atau pekerja harian.

Perbedaan Arsitek dan Tukang 

Arsitek mempunyai visi dan dapat memberikan Anda referensi tentang konsep, desain, spesifikasi rumah yang dituangkan dalam gambar kerja, perencanan , Gambar 3 Dimensi, dimana dalam gambar 3 Dimensi Anda dapat menambah detail detail ornamen yang di perlukan sebelum rumah dibangun, hal ini tidak dapat di lakukan oleh ukang, atau pemborong.

Arsitektur. Ia sebenarnya nama dari salah satu bidang ilmu teknik. Mungkin yang dimaksud arsitek. jika arsitek, ia adalah orang yang berperan membuat disain perencanaan jika ia berada pada posisi konsultan perencana. Jika ia berada pada posisi kontraktor maka ia bertugas melaksanakan disain yang sudah dibuat oleh perencana. jika ia berada pada konsultan pengawas ia bertugas mengawasi pekerjaan kontraktor agar sesuai dengan disain perencanaan.
Di dunia keprofesian arsitektur, pengetahuan teknis, manajemen, dan ilmu bisnis adalah aspek yang sangat penting disamping pengetahuan terhadap ilmu merancang itu sendiri. Seorang arsitek disewa oleh klien untuk melakukan studi kelayakan, audit bangunan, mendesain bangunan. Arsitek dapat berperan di dalam mendukung Perencanaan Kota (Urban Planning), dapat berperan di dalam mendukung Perancangan Kota (Urban Design), dapat berperan di dalam Perencanaan dan Perancangan Lingkungan/Kawasan, dapat berperan di dalam Perencanaan dan Perancangan Bangunan, Perancangan Interior (Ruang Dalam) Bangunan, Perancangan Taman, Perancangan Meubel, dapat berperan di dalam Perusahaan Perabot (Meubel), dapat berperan sebagai Surveyor dan/atau Quantity Surveyoruntuk memprakirakan anggaran dan biaya pembangunan, dapat berperan sebagai Tenaga Pendidik, dapat berperan sebagai Peneliti, arsitek dapat berperan di dalam Industri Bahan Bangunan, dan dapat berperan di dalam bidang jasa konstruksi lain.
Sesuai dengan fungsinya sebagai pengontrol dan/atau pengawas, maka arsitek adalah Tidak Dibenarkan untuk berperan sebagai Pelaksana Pembangunan (kontraktor), atau secara gamblang dapat disampaikan bahwa Arsitek tidak boleh berpraktik sebagai Kontraktor.
Arsitek dapat menjadi jembatan penghubung antara Kontraktor, Pemborong, dan Tukang, seperti merekomendasi kan tukang yang sudah berpengalaman dan mempunyai keahlian pada bdangnya seperti tukang kayu, tukang batu, tukang tembok dsb. Dibawah ini Kami Akan memberi gambaran mengenai cara menghitung upah / gaji pekerja / tukang borongan, dan perbedaan antara Tukang borongan dan Harian.

Cara Menghitung Harga Upah/ Gaji Borongan Bangunan

Berdasarkan prinsip keilmuan sipil/ teknik sipil, terdapat rumus tersendiri untuk menghitung harga borongan bangunan yang dipatok sebagai upah/ gaji para pekerja bangunan (tenaga bangunan atau tukang bangunan). Rumus tersebut tidak selalu digunakan namun tak sedikit juga yang menerapkan rumus menghitung harga borongan bangunan tersebut untuk mematok harga borongan bangunan. Berikut untuk rumus penghitungannya.

Harga Upah Borong = (Waktu Hari Pelaksanaan x Upah Harian ) + Keuntungan Yang Diharapkan

Perbedaan Antara Tukang Borongan dan Harian

Pada umumnya, tukang bangunan dibedakan menjadi dua menurut sistem kerjanya, yakni tukang bangunan harian dan tukang bangunan borongan. Lantas, manakah yang lebih baik?
Keduanya sama-sama punya kelebihan dan kekurangan. Kamu tinggal memilih sesuai dengan kebutuhan. Untuk lebih jelasnya, berikut perbedaan sistem kerja antara tukang harian dengan tukang borongan:

Tukang Borongan
Tukang borongan biasanya menerapkan sistem paket dalam pengerjaan. Jumlah bayaran akan ditentukan sesuai kesepakatan di awal perjanjian pembangunan. Kamu bisa memberikan arahan soal gambar desain, material apa saja yang digunakan, dan sebagainya. Tukang borongan akan mengerjakannya sesuai dengan instruksimu hingga pembangunan rumah rampung.
Tukang borongan cocok untuk kamu yang sudah siap dalam hal dana, sudah punya gambaran desain rumah yang detail, dan ingin pembangunan rumah selesai dalam waktu cepat. Sebab tukang borongan akan bekerja dengan cepat dan hal ini menguntungkan mereka. Namun, agar mereka tidak bekerja sembarangan karena ingin buru-buru selesai, maka kamu harus membuat kesepakatan di awal tentang kualitas bangunan yang harus mereka perhatikan.

Tukang Harian

Jika menggunakan jasa tukang harian, maka kamu akan membayar pekerja sesuai jumlah hari mereka bekerja. Besaran bayaran tergantung kesepakatan bersama di awal. Sistem yang fleksibel dan cocok untuk kamu yang punya dana pas-pasan.
Kamu bisa menentukan bagian rumah mana yang ingin dikerjakan dulu, dan mana yang menyusul kemudian ketika dana pembangunan/renovasi sudah siap. Ketika kamu merasa tidak cocok, kamu bisa memutuskan hubungan kerja sewaktu-waktu.
Namun kendalanya, kamu harus punya banyak waktu untuk mengawasi proses pembangunan. Sebab jika tidak, maka ada risiko kamu dipermainkan oleh pekerja yang memperlambat proses pengerjaan dan menggunakan material semaunya. Sistem tukang borongan cenderung lebih merepotkan.

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Jasa Arsitek Professional dan Hemat Call : 082138863000 - 087738246300Whatsapp