Desain gambar Toko rukan klasik mediterania di Bekasi

Apr - 07
2017

Desain gambar Toko rukan klasik mediterania di Bekasi

Kami Jasa desain rumah yang berada di Bekasi,melayani Jasa Jasa Arsitek lengkap meliputi; Gambar Kerja, Desain 3D, menghitung RAB.
Kami selalu bersedia membantu dalam perencanaan pembangunan Rumah Anda mulai dari Kosultasi, Gambar Kerja / rencana kerja,Gambar 3D dan Hitung RAB, Kami selalu berkomitmen dan sudah berpengalaman selama 10 tahun dalam melayani konsumen ( sejak Tahun 1998), dengan hasil yang berkualitas, bertanggung jawab ( bila ada keluhan silahkan Anda menghubungi kontak center kami). Konsultasi gratis untuk Anda yang ada di wilayah Bekasi
HP: 082138863000 WA: 087738246300

berikut adalah contoh contoh desain gambar 3d Toko Ruko gaya Mediterania Klasik .

Teknologi 3D Exterior dan Interior Realistis

Gambar tiga dimensi (3D) adalah visualisasi tampilan suatu bangunan secara tiga dimensi, sehingga gambar yang ditampilkan mendekati gambaran realistis dari objek yang sesungguhnya, dan dapat menambahkan ornamen ornamen secara detail dan lengkap. Dan jika ada kekuarangan atau kesalahan dalam medesain gambar akan dengan mudah memperbaiki, hal ini tidak mungkin di lakukan pada bangunan yang sudah berdiri, Desain 3d biasanya di pakai dalam penyelesaian akhir dari tahap perancangan, setelah gambar kerja di buat, RAB dibuat , baik oleh tim Arsitek maupun tim interior, agar tidak terjadi kesalah-pahaman visual antara Anda dengan sang arsitek, ataupun dengan tim Arsitek dan interior.

 

??????????

Secara spesfik asal gaya arsitektur Mediterania adalah fasad gaya arsitektur perumahan yang berkembang di daerah daerah Mediterania, Wilayah Mediterania ini sangat luas yaitu meliputi daerah tiga Benua yaitu Benua Amerika, Benua Eropa dan Asia, untuk wilayah Eropa meliputi Sepanyol, Perancis Selatan, Italia dan Yunani, sedangkan untuk benua Asia meliputi Turki dan Timur Tengah. Sementara di benua Afrika meliputi Mesir dan semua negara di Afrika Utara yng memiliki pantai yang menghadap ke Laut Tengah; yang sering disebut negara-negara Maghribi yaitu Marokko, Aljazair, Tunisia dan Libya. Sehingga secara spesifik sulit menentukan history dari mana gaya arsitektur ini berasal.
Tetapi menurut Freddy H. Istanto (Staf Pengajar Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Arsitektur – Universitas Kristen Petra) dalam artikelnya : TELAAH GAYA ARSITEKTUR MEDITERANIA DI INDONESIA,  bahwa gaya arsitektur Mediterania berasal dari negara Spanyol (yang dikawasan Mediterania, Spanyol bagian selatan). Pertama kali gaya Arsitektur Mediterania ini diperkenalkan oleh bangsa Spanyol pada abad ke 16 M ke wilayah negara-negara yang diekspansinya (Negara Amerika Serikat, terutama negara Florida). Kemudian gaya arsitektur Mediterania mencapai zaman keemasan di Amerika Serikat pada dekade awal abad ke 19 M.

Di negara-negara asalnya gaya arsitektur mediterania ini muncul karena adanya penyesuaian dengan kondisi lingkungan setempat. Dimana daerah-daerah yang termasuk kawasan Mediterania umum beriklim Tropis panas, dimana perbedaaan antara suhu pada siang hari dan malam hari sangatlah ektrim, bila siang hari suhu sangat panas dan pada malam hari suhu akan berubah dratis menjadi sangat dingin. Iklim tropis hanya memiliki dua musim yaitu musim panas / kemarau dan musim hujan. Dengan kondisi iklim yang demikian umumnya rumah di kawasan Mediterania berdinding tebal yang fungsinya untuk melindungi panas di siang hari dan tetap hangat pada malam hari. Bukaan-bukaan jendela yang kecil untuk menahan hawa panas, dan taman yang terlindung secara privasi di dalam bangunan yang merupakan ciri khas gaya mediterania yang sudah berkebang selama berabad-abad. Dominasi kekuatan kerajaan Romawi pada kawasan Mediterania, membawa pula institusi, hukum-hukum, bahasa latin dan seni bangsa Romawi; demikian pula masuk ke kawasan ini pengaruh Yunani klasik dan Etruria kuno. Seni bangsa Spanyol termasuk didalamnya arsitektur Spanyol terpengaruh oleh seni-seni yang berasal dari Romawi seperti round-arched, rhythmic dan kecintaan pada hangatnya sinar matahari (sun-loving).

Ciri khas bangunan Coloseum bergaya Arsitektur Mediterania, Colosseum di Roma, dibangun pada kira-kira 70–80 Masehi dipandang sebagai salah satu karya terbesar arsitektur dan rekayasa Romawi. (wikipedia bhs. Indonesia) 
Bentuk-bentuk rumah yang merupakan jawaban atas iklim Mediterania, seperti juga bentuk-bentuk rumah kota di Yunani dan Romawi, memiliki wajah yang oleh Newcomb disebut sebagai “bleak and bare’ fachada (face) to the street”. Ekspresi wajah rumah tinggal ini diperkenalkan pula sampai ke Amerika Selatan, Mexico, Hindia-Belanda serta daerah-daerah permukiman orang Spanyol di negara-negara lain.

Konsep Arsitektur Mediterania yang sebenarnya adalah menyelaraskan atau menyesuaikan dengan keadaan lingkungan sekitar yang dipertegas dengan pemakaian bahan -bahan yang berasal dari alam dan tidak merusak alam seperti penggunaan plesteran secara tradisional serta pemakaian batu alam dan tanah liat pada dinding bangunan, arsitektur mediterania sendiri juga telah mendapat pengaruh dari arsitektur Islam yang sampai saat ini menjadi karakter dari arsitektur mediterania, yaitu penggunaan lengkung pada pintu masuk, jendela, dan serambi. Arsitektur mediterania tidak hanya menekankan pada fungsi saja melainkan diseimbangkan dengan kematangan konsep yang menggunakan pilihan bentuk, material, dan warna serta mempertimbangkan dengan kondisi lingkungan sekitar (M. Sahid Indraswara; KAJIAN ARSITEKTUR MEDITERANIA DAN PERKEMBANGANNYA DI INDONESIA).

Share this:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
Jasa Arsitek Professional dan Hemat Call : 082138863000 - 087738246300Whatsapp